Allah Takut pada Orang Suci dan Neraka Jauh dari Orang Baik
Allah Senang kepada Orang Jahat dan Neraka Dekat kepada Pendosawan
Question: Saya merasa, hanya ada satu buah motif dan satu buah motivasi dibalik keputusan seseorang untuk memeluk agama samawi-abrahamik. Motifnya ialah ketakutan atas ancaman Allah akan dimasukkan ke neraka bila tidak menyembah Allah. Adapun motivasinya, ialah mabuk dan mencandu pengampunan dosa sehingga bisa “business as usual” berbuat dosa-dosa untuk kemudian memohon dihapuskan. Harga mahal yang harus mereka bayarkan, ialah terdemotivasi untuk menjadi orang baik, karena “orang jahat saja dimasukkan ke surga” lewat ritual sembah-sujud. Lalu, bagaimana dengan jenis-jenis orang seperti mereka yang berhati baik yang suka berbuat kebaikan, orang berjiwa ksatria yang berani untuk bertanggung-jawab atas perbuatannya sendiri dan berani membayar serta menerima konsekuensi dari perbuatan buruknya sendiri, terlebih orang suci yang terlatih dalam disiplin diri yang ketat yang bernama “self-control”, apakah Allah bisa menyetir dan membuat mereka tunduk pada keinginan Allah yang minta untuk disembah?

