“Dengan meninggalkan ketamakan terhadap dunia, ia berdiam dengan pikiran bebas dari ketamakan; ia memurnikan pikirannya dari ketamakan. Dengan meninggalkan permusuhan dan kebencian, ia berdiam dengan pikiran yang bebas dari permusuhan, berbelas kasih demi kesejahteraan makhluk-makhluk hidup; ia memurnikan pikirannya dari permusuhan dan kebencian.” [SANG BUDDHA]
Question : Mengapa terdapat kesan, di mata umat agama samawi, manusia yang berbahaya dan patut mereka perangi serta musuhi, bahkan punahkan, ialah kaum “non-agama samawi”? Bukankah yang paling membawa ancaman serta berbahaya, ialah orang-orang yang tidak takut berbuat kejahatan alias sesama umat agama samawi itu sendiri yang setiap harinya kecanduan ritual doa “penghapusan dosa”?


