Ayah yang Baik, “Treasure His Own Son & Daughter Life and Happiness, More than His Own Life”—Ibrahim / Abraham BUKANLAH seorang Ayah yang Baik, ia Teladan yang Buruk dan Tercela, seorang Eksekutor yang Mabuk-Bidadari
Question : ibrahim tidak rela berkorban demi kebahagiaan dan keselamatan anak, justru sebaliknya, merampas nyawa dan hidup anak demi EGO sang bapak yang akibat mimpi-basah tergila-gila ingin bersetubuh dengan puluhan bidadari berdada-montok di sorga dengan cara menyembelih leher MILIK ORANG LAIN, bukan leher MILIK IBRAHIM SENDIRI. Itu namanya mengorbankan ORANG LAIN, bukan mengorbankan DIRI SENDIRI. Itu adalah bukti tidak terbantahkan bahwa Ibrahim tidaklah mencintai hidup sang anak, “more than his own life”; namun (justru) sebaliknya, EGOISTIC FATHER. Bahkan ia tidak patut disebut sebagai seorang “ayah sejati”, akan tetapi seorang EKSEKUTOR yang EGOIS!
