Puasa Ramadhan Katanya Puasa Makan, Tapi Konsumsi para Muslim justru Meningkat, Mengharap Pahala dan Masih juga Berdelusi DOSA-DOSA SETAHUN DIHAPUSKAN. Pendosa Manakah yang Tidak Senang?
Kabar Gembira bagi PENDOSA, Sama artinya Kabar Duka bagi KORBAN
Tidak Ada Orang yang Lebih Dungu daripada Mabuk dan Kecanduan IMING-IMING yang
“too Good to be True”
Question: Iming-imingnya selalu saja “dosa-dosa selama setahun dihapuskan” bila berpuasa ramadhan. Bukankah itu artinya, lebih hebat orang yang tidak berpuasa ramadhan, karena memiliki jiwa ksatria dengan berani mengambil tanggung-jawab dan menghadapi konsekuensi atas perbuatannya sendiri yang pernah menyakiti, melukai, maupun merugikan pihak lainnya? Semua orang sanggup berpuasa ramadhan, dimana konsumsinya (justru) meningkat, menjadikan itu alasan untuk bekerja secara bermalas-malasan, menuntut THR, meminta dihormati, mempersekusi orang lain yang makan maupun yang membuka tempat makan, serta tentunya adiksi terhadap iming-iming “dosa-dosa setahun dihapuskan”.

