HIdup adalah Persoalan PIlihan dan Konsekuensi Dibalik Hidup dan Penjelmaan Kembali

HERY SHIETRA, HIdup adalah Persoalan PIlihan dan Konsekuensi Dibalik Hidup dan Penjelmaan Kembali

Bila Anda tidak mau bergelut pada derita menjadi seorang pegawai atau buruh,

Maka janganlah menjadi seorang buruh atau pekerja.

Bila Anda tidak berani menanggung resiko usaha dan kerugian,

Maka janganlah berbisnis.

Bila Anda tidak ingin direpotkan oleh urusan rumah-tangga,

Maka janganlah menikah.

Bila Anda tidak berniat menanggung beban keuangan pendidikan dan perawatan anak,

Maka janganlah melahirkan anak.

Bila Anda tidak ingin dijadikan sapi perahan oleh industri farmasi maupun rumah sakit,

Maka menjauhlah dari gaya hidup modern.

Bila Anda tidak ingin direpotkan oleh kehidupan pendesaan,

Maka janganlah hidup di desa ataupun bertani.

Bila Anda merasa muak terhadap pemerintah Anda,

Maka janganlah menjadi rakyat jelata.

Bila Anda takut tergoda untuk korupsi,

Maka janganlah memangku jabatan di birokrasi pemerintahan.

Bila Anda sudah muak diperlakukan sebagai “mangsa empuk” oleh orang-orang jahat,

Maka janganlah menjadi orang baik.

Bila Anda tidak ingin dimasukkan ke neraka,

Maka janganlah menjadi orang jahat.

Bila Anda tidak ingin dikepung oleh para penjilat,

Maka janganlah menjadi orang kaya secara materi.

Bila Anda tidak ingin kelaparan,

Maka janganlah menjadi orang miskin.

Bila Anda bosan disakiti oleh orang lain,

Maka janganlah menjadi orang yang lemah.

Bila Anda takut menyalah-gunakan kekuasaan Anda,

Maka janganlah menjadi orang yang kuat ataupun penguasa.

Bila Anda bosan dimanipulasi oleh orang lain,

Maka janganlah menjadi orang bodoh.

Bila Anda tidak ingin direpotkan oleh proses belajar,

Maka janganlah menjadi orang pandai.

Bila Anda tidak ingin terjatuh,

Maka janganlah bangkit kembali.

Bila Anda tidak ingin terjebak di kubangan,

Maka janganlah tetap tiarap.

Bila Anda takut kehilangan atau berpisah dengan harta kesayangan Anda,

Maka tidaklah perlu mengoleksi segudang harta yang biasanya berakhir dengan sengketa antar ahli waris.

Bila Anda tidak ingin keturunan Anda melarat,

Maka berikanlah teladan kesuksesan dalam karir.

Bila Anda ingin membuat perut Anda gemuk,

Maka makanlah sesuka Anda.

Bila Anda ingin menjaga bentuk tubuh yang ideal,

Maka janganlah memakan apa yang Anda ingin makan.

Bila Anda tidak ingin masuk penjara,

Maka janganlah melanggar hukum

Bila Anda hidup santai,

Maka jadilah penghuni “hotel prodeo”.

Bila Anda tidak mau direpotkan untuk bertanggung-jawab atas perbuatan-perbuatan buruk kita,

Maka masuklah ke neraka.

Bila Anda tidak mau direpotkan untuk menanam Karma Baik,

Maka ikutlah arus ke arah BAWAH.

Bila Anda ingin bahagia,

Maka lepaskanlah belenggu kemelakatan.

Bila Anda ingin menderita,

Maka nikmati dan melekatlah pada kenikmatan indria yang telah diciptakan dan disediakan oleh Tuhan Sang Pencipta.

Bila Anda tidak ingin menua, sakit, dan mati,

Maka jangalah menjelma (terlahir kembali) di alam manapun.

Bila Anda ingin terjebak dalam “never ending stories” tumimbal-lahir,

Maka berharaplah terlahir di alam dewa sebelum kemudian kembali jatuh ke alam rendah saat Karma Baik Anda menipis dan habis.

Bila Anda tidak ingin dikhianati,

Maka janganlah berteman.

Bila Anda takut berjalan seorang diri,

Maka janganlah menjadi pribadi yang soliter.

Bila Anda tidak ingin dicurangi,

Maka janganlah memberikan hutang.

Bila Anda tidak ingin dikutuk,

Maka janganlah berhutang.

Bila Anda tidak ingin kecewa,

Maka janganlah bersikap baik dan berharap.

Bila Anda tidak ingin merepotkan,

Maka janganlah meminta pertolongan kepada pihak lain.

Bila Anda tidak ingin kehausan,

Maka janganlah meminum air laut meski melimpah.

Bila Anda tidak ingin diliputi ketidakpuasan,

Maka hindarilah kenikmatan indria meski melimpah.

Bila Anda merasa jemu terhadap siklus tumimbal-lahir yang tanpa akhir,

Maka janganlah kembali menjelma.

Bila Anda tidak lagi ingin dibuat jungkir-balik akibat permainan kehidupan,

Maka janganlah lagi mengandalkan Tuhan.

Bila Anda tidak lagi ingin menjadi budak Karma,

Maka berjuanglah untuk memutus belenggu rantai Karma.

Bila Anda sudah merasa cukup merasakan dukkha,

Maka berpaling dan beranjaklah menuju “pantai seberang”.

Bila Anda tidak lagi merasa perlu untuk melekati kondisi yang selalu berubah,

Maka lepaskanlah segala kondisi yang memang tidak dapat digenggam erat.

Bila Anda ingin menemukan akhir dari dukkha,

Maka tanggalkanlah pandangan keliru tentang “ini aku”, “ini diriku”, maupun “milik aku”.

Bila Anda tidak lagi ingin dikuasai dan diperbudak oleh Tuhan,

Maka bergeraklah melawan arus.

Bila Anda ingin terbebaskan,

Maka ambillah arus yang berlawanan dari kebanyakan orang.

Bila Anda ingin terus bertumimbal-lahir tanpa akhir,

Maka teruslah bersekutu dengan Tuhan.

Bila Anda sudah mesasa cukup dipermainkan oleh Tuhan,

Maka lawanlah Tuhan dengan tidak lagi tunduk pada penjelmaan-baru.

Bila Anda merasa takut,

Maka jangalah mencoba.

Bila Anda merasa takut kehilangan kesempatan dan momentum,

Maka ambilah resiko hidup dan memperjuangkannya.

Bila Anda merasa ragu,

Maka janganlah bertaruh dengan hidup.

Bila Anda mulai menyadari bahwa hidup ini tidaklah ideal dan tidak adil,

Maka jangan pernah lagi berdelusi ada keadilan dan kebahagiaan-sejati setelah kematian.

Dunia ini adalah penjara raksasa.

Misi kita ialah untuk terbebas dari penjara tersebut,

Sementara si dungu memilih untuk tetap berkubang dan melekatinya,

Tidak pernah jera meski mendapati segalanya berubah dan diliputi kekecewaan.

© Hak Cipta HERY SHIETRA.