Bila Anda tidak mau bergelut
pada derita menjadi seorang pegawai atau buruh,
Maka janganlah menjadi seorang
buruh atau pekerja.
Bila Anda tidak berani
menanggung resiko usaha dan kerugian,
Maka janganlah berbisnis.
Bila Anda tidak ingin
direpotkan oleh urusan rumah-tangga,
Maka janganlah menikah.
Bila Anda tidak berniat
menanggung beban keuangan pendidikan dan perawatan anak,
Maka janganlah melahirkan anak.
Bila Anda tidak ingin dijadikan
sapi perahan oleh industri farmasi maupun rumah sakit,
Maka menjauhlah dari gaya hidup
modern.
Bila Anda tidak ingin
direpotkan oleh kehidupan pendesaan,
Maka janganlah hidup di desa
ataupun bertani.
Bila Anda merasa muak terhadap
pemerintah Anda,
Maka janganlah menjadi rakyat
jelata.
Bila Anda takut tergoda untuk
korupsi,
Maka janganlah memangku jabatan
di birokrasi pemerintahan.
Bila Anda sudah muak
diperlakukan sebagai “mangsa empuk” oleh orang-orang jahat,
Maka janganlah menjadi orang
baik.
Bila Anda tidak ingin
dimasukkan ke neraka,
Maka janganlah menjadi orang
jahat.
Bila Anda tidak ingin dikepung
oleh para penjilat,
Maka janganlah menjadi orang
kaya secara materi.
Bila Anda tidak ingin kelaparan,
Maka janganlah menjadi orang
miskin.
Bila Anda bosan disakiti oleh
orang lain,
Maka janganlah menjadi orang
yang lemah.
Bila Anda takut
menyalah-gunakan kekuasaan Anda,
Maka janganlah menjadi orang
yang kuat ataupun penguasa.
Bila Anda bosan dimanipulasi
oleh orang lain,
Maka janganlah menjadi orang
bodoh.
Bila Anda tidak ingin
direpotkan oleh proses belajar,
Maka janganlah menjadi orang
pandai.
Bila Anda tidak ingin terjatuh,
Maka janganlah bangkit kembali.
Bila Anda tidak ingin terjebak
di kubangan,
Maka janganlah tetap tiarap.
Bila Anda takut kehilangan atau
berpisah dengan harta kesayangan Anda,
Maka tidaklah perlu mengoleksi
segudang harta yang biasanya berakhir dengan sengketa antar ahli waris.
Bila Anda tidak ingin keturunan
Anda melarat,
Maka berikanlah teladan
kesuksesan dalam karir.
Bila Anda ingin membuat perut
Anda gemuk,
Maka makanlah sesuka Anda.
Bila Anda ingin menjaga bentuk
tubuh yang ideal,
Maka janganlah memakan apa yang
Anda ingin makan.
Bila Anda tidak ingin masuk
penjara,
Maka janganlah melanggar hukum
Bila Anda hidup santai,
Maka jadilah penghuni “hotel
prodeo”.
Bila Anda tidak mau direpotkan
untuk bertanggung-jawab atas perbuatan-perbuatan buruk kita,
Maka masuklah ke neraka.
Bila Anda tidak mau direpotkan
untuk menanam Karma Baik,
Maka ikutlah arus ke arah
BAWAH.
Bila Anda ingin bahagia,
Maka lepaskanlah belenggu
kemelakatan.
Bila Anda ingin menderita,
Maka nikmati dan melekatlah
pada kenikmatan indria yang telah diciptakan dan disediakan oleh Tuhan Sang
Pencipta.
Bila Anda tidak ingin menua,
sakit, dan mati,
Maka jangalah menjelma (terlahir
kembali) di alam manapun.
Bila Anda ingin terjebak dalam
“never ending stories” tumimbal-lahir,
Maka berharaplah terlahir di
alam dewa sebelum kemudian kembali jatuh ke alam rendah saat Karma Baik Anda
menipis dan habis.
Bila Anda tidak ingin
dikhianati,
Maka janganlah berteman.
Bila Anda takut berjalan
seorang diri,
Maka janganlah menjadi pribadi
yang soliter.
Bila Anda tidak ingin dicurangi,
Maka janganlah memberikan
hutang.
Bila Anda tidak ingin dikutuk,
Maka janganlah berhutang.
Bila Anda tidak ingin kecewa,
Maka janganlah bersikap baik
dan berharap.
Bila Anda tidak ingin
merepotkan,
Maka janganlah meminta
pertolongan kepada pihak lain.
Bila Anda tidak ingin kehausan,
Maka janganlah meminum air laut
meski melimpah.
Bila Anda tidak ingin diliputi
ketidakpuasan,
Maka hindarilah kenikmatan
indria meski melimpah.
Bila Anda merasa jemu terhadap
siklus tumimbal-lahir yang tanpa akhir,
Maka janganlah kembali menjelma.
Bila Anda tidak lagi ingin
dibuat jungkir-balik akibat permainan kehidupan,
Maka janganlah lagi
mengandalkan Tuhan.
Bila Anda tidak lagi ingin
menjadi budak Karma,
Maka berjuanglah untuk memutus
belenggu rantai Karma.
Bila Anda sudah merasa cukup
merasakan dukkha,
Maka berpaling dan beranjaklah
menuju “pantai seberang”.
Bila Anda tidak lagi merasa
perlu untuk melekati kondisi yang selalu berubah,
Maka lepaskanlah segala kondisi
yang memang tidak dapat digenggam erat.
Bila Anda ingin menemukan akhir
dari dukkha,
Maka tanggalkanlah pandangan keliru
tentang “ini aku”, “ini diriku”, maupun “milik aku”.
Bila Anda tidak lagi ingin
dikuasai dan diperbudak oleh Tuhan,
Maka bergeraklah melawan arus.
Bila Anda ingin terbebaskan,
Maka ambillah arus yang
berlawanan dari kebanyakan orang.
Bila Anda ingin terus
bertumimbal-lahir tanpa akhir,
Maka teruslah bersekutu dengan
Tuhan.
Bila Anda sudah mesasa cukup
dipermainkan oleh Tuhan,
Maka lawanlah Tuhan dengan tidak
lagi tunduk pada penjelmaan-baru.
Bila Anda merasa takut,
Maka jangalah mencoba.
Bila Anda merasa takut
kehilangan kesempatan dan momentum,
Maka ambilah resiko hidup dan
memperjuangkannya.
Bila Anda merasa ragu,
Maka janganlah bertaruh dengan
hidup.
Bila Anda mulai menyadari bahwa
hidup ini tidaklah ideal dan tidak adil,
Maka jangan pernah lagi
berdelusi ada keadilan dan kebahagiaan-sejati setelah kematian.
Dunia ini adalah penjara raksasa.
Misi kita ialah untuk terbebas
dari penjara tersebut,
Sementara si dungu memilih
untuk tetap berkubang dan melekatinya,
Tidak pernah jera meski mendapati
segalanya berubah dan diliputi kekecewaan.
© Hak
Cipta HERY SHIETRA.
