Tampilkan postingan dengan label SENI JIWA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SENI JIWA. Tampilkan semua postingan

Agama Samawi Memelihara Dosa dan Maksiat Lewat Dogma KORUP Bernama PENGHAPUSAN / PENGAMPUNAN / PENEBUSAN DOSA, Bukan Memeranginya

“Agama DOSA” Membuat Umatnya (Pendosa) Kecanduan Dogma KORUP Bernama PENGHAPUSAN DOSA

Umat Agama Samawi bahkan Tidak Mampu Membedakan manakah “Agama SUCI” dan “Agama DOSA”, Terlebih Membedakan antara si Bijaksana dan si Dungu

Question : Umat muslim hipokrit. Mereka membuat citra atau kesan seolah sangat anti dan memerangi perbuatan-dosa maupun maksiat. Katakanlah yang namanya perbuatan-dosa ataupun maksiat benar-benar bisa dipunahkan dari muka bumi. Pertanyaannya, jika tidak ada lagi dosa maupun maksiat, maka apa gunanya ritual agama islam yang setiap harinya terglla-gila berdoa memohon “penghapusan dosa”? Dapat kita balik pertanyaannya, bila setiap harinya umat muslim mabuk serta kecanduan-berat dogma “penghapusan dosa”, maka bukankah itu pertanda atau indikasi nyata tidak terbantahkan bahwa mereka melestarikan serta memelihara dosa-dosa maupun maksiat, alias punya KONFLIK-KEPENTINGAN?

Umat Agama Samawi Gemar PAMER DOSA Tanpa Rasa Malu ataupun Takut Atas Konsekuensinya, bahkan Merasa Bangga Mempertontonkan Sifat dan Sikap Jahat

Agama Samawi Bukanlah AGAMA SUCI, namun AGAMA DOSA yang Mempromosikan PENGHAPUSAN DOSA bagi KORUPTOR-DOSA, alih-alih Mengkampanyekan Gaya Hidup Higienis dari Dosa maupun Maksiat

KORUPTOR-DOSA, dimana Dosa-Dosa pun Dikorupsi. Namun Orang Buta Memandangnya sebagai “Kembali ke Fitri” (Kembali ke NERAKA)

Ketika kita disakiti, dilukai, maupun dirugikan oleh umat agama samawi, tanyakanlah apa agama mereka yang menyakiti, melukai, maupun merugikan kita. Tanpa malu, mereka akan mengaku sebagai beragama samawi, bahkan mengenakan busana agamais. Selama ini mereka bermulut-besar mengenai agama, tuhan, neraka, surga, kitab, ayat, nabi, namun perihal tanggung-jawab, NOL BESAR. Mengapa mereka tidak malu juga tidak takut berbuat buruk, jahat, serta tercela?—kesemuanya dikutip dari Hadis Sahih Muslim:

Ritual PENGHAPUSAN DOSA Lebih Murah dan Lebih Gampang daripada Merepotkan Diri Bertanggung-Jawab kepada Korban—Dogma Agama MURAHAN dan GAMPANGAN

Halusinasi Terbesar Umat Agama Samawi : Dosa-Dosa Bisa Dihapus Semudah Ritual Pengampunan / Penebusan Dosa—Agama bagi para PEMALAS dan PENGECUT

Kesalahan adalah tentang Masa Lampau. Tanggung Jawab adalah tentang Masa Kini dan Masa Depan

Question: Kenapa sih, umat agama samawi tidak bertanggung-jawab saja kepada para korban mereka, justru lebih sibuk ritual doa permohonan pengampunan dosa kepada “Tuhan” yang mereka sembah?

Apakah itu PERSEPSI (Saññā, Pengenalan Suatu Objek oleh Kontak Indria) menurut Buddhisme?

“Nabi Rasul Allah” TIDAK PERNAH MELIHAT SURGA ataupun Melihat Bidadari di Surga

Perihal Persepsi yang Dikotori Imajinasi Subjektif Seseorang

Question: Nabi muhammad sudah punya belasan istri, namun pikirannya sudah selingkuh alias menyeleweng dengan puluhan bidadari di surga, yang katanya ia lihat saat terbang mengunjungi undangan Allah. Apa yang menjadi pandangan Buddhisme, terhadap ajaran agama padang-gurun tersebut yang motivasinya masuk surga ialah untuk bersenggama dengan puluhan bidadari berdada-montok yang selaput-dara-nya dapat didaur-ulang, motivasi yang sama yang menjadi motif dibalik sikap Ibrahim ketika tega hendak menyembelih anak kandungnya sendiri, Ismail?

Kecanduan PENGHAPUSAN DOSA adalah NODA, Agama Samawi adalah Asal-Mula NODA, dan RITUAL PENGHAPUSAN DOSA Bukanlah Jalan Menuju Lenyapnya NODA-NODA

KORUPTOR DOSA, Dosa-Dosa pun Dikorupsi lewat Dogma “PENGAMPUNAN / PENGHAPUSAN / PENEBUSAN DOSA”

Question: Bukti argumentasi apakah yang paling valid tidak terbantahkan, yang dapat membuktikan bahwa agama samawi merupakan “agama dosa”, bukan “agama suci”?

Dogma Pengampunan / Penebusan Dosa adalah Godaan Terbesar dari SETAN bagi “Manusia-SETAN”

Buddha Mengajarkan Dhamma Demi Belas Kasih kepada Umat Manusia Vs. Allah Mengumbar Dogma “Penghapusan Dosa” Demi Memuaskan Ego-Narsistik-nya

Question: Godaan terbesar dari setan, adalah kejahatan yang semacam apakah?

Cara Memutus Belenggu Rantai Karma (Tumimbal-Lahir) : “Tujuan dan manfaat dari kebosanan adalah pengetahuan dan penglihatan pada KEBEBASAN.” [Sang Buddha]

Kata Allah, “Wahai Umat Muslim, mengapa Engkau Mengharamkan Kenikmatan Duniawi dan Inderawi yang mana PENGHAPUSAN DOSA Saja Halal Hukumnya?

Jika Semua Dosa dapat Dihapus / Diampuni, maka Semuanya Halal di Mata Agama DOSA—Allah “Maha Zolim”, Menzolimi Kalangan Korban dengan Merampas Hak Korban Atas Keadilan

Question: Dalam pengamatan saya sejauh ini, umat agama samawi terjebak dalam mental “aji mumpung”, yakni “kenikmatan duniawi dan inderawi adalah ciptaan dan pemberian Allah, sehingga mengapa ditolak ataupun diharamkan?” Bukankah itu bertolak-belakang dengan ajaran Buddha bahwa ada bahaya dibalik kenikmatan inderawi sehingga demi kebaikan kita sendiri untuk terasing dari kenikmatan duniawi?

Pertanyaan Singkat dan Sederhana yang Paling Ditakutkan Umat Agama Nasrani (para Kristen)

YESUS BAHKAN TIDAK MAMPU MENOLONG HIDUP DAN DIRINYA SENDIRI, TIDAK BERDAYA NYAWANYA MATI KONYOL DENGAN HANYA MENGENAKAN CELANA DALAM. MASIH BERDELUSI DAN MENGHARAP YESUS MAMPU MENOLONG UMAT MANUSIA?

Yesus Bahkan Tidak Mampu Menolong KEBODOHAN Umat Nasrani yang Kian Akut

Question: Umat kristiani begitu keras-kepala, selalu berulang-ulang bagai repetisi “kaset rusak” mengatakan bahwa “Yesus adalah Tuhan” dan “Yesus berbuat kebaikan, rela mati demi menebus dosa-dosa umat manusia”, apapun jawaban atau tanggapan yang kita sampaikan kepada mereka. Tampaknya, tidak ada jalan lain selain membuat malu umat-umat nasrani ini, agar tidak lagi bermulut-besar. Apakah ada, kalimat sederhana dan singkat yang dapat kami gunakan untuk membungkam mulut-besar umat-umat kristiani ini?

Konsep PENEBUSAN dan PENGAKUAN dalam Agama Nasrani MENJIPLAK Ajaran Buddha

Yesus Melanggar HAK MORAL Sang Buddha dengan Mengklaim Dogma Penebusan sebagai Ajaran Otentik Kristiani

Plagiat namun Mengakunya Otentik, Watak Sejati Agama Samawi

Question: Apakah ada bukti, bahwa Alkitab menjiplak Tipitaka?

Apakah Dunia ini, Betul-Betul Butuh Agama Samawi, Sekalipun Telah Terdapat Hukum Alam Bernama HUKUM KARMA (HUKUM SEBAB-AKIBAT)?

Agama Samawi hanya dapat Membuat Umat Pemeluknya Mengalami Kemunduran Moralitas : BUAT DOSA, SIAPA TAKUT? ADA PENGAMPUNAN / PENEBUSAN DOSA!

Question: Sebelum agama samawi-abrahamik dilahirkan atau diperkenalkan ke dunia ini, orang-orang baik otomatis masuk surga dan orang jahat dikodratkan masuk neraka. Namun, setelah agama samawi lahir, orang-orang baik justru dilempar ke neraka oleh sang nabi atau oleh tuhannya mereka, dimana kemudian surga dimonopoli oleh penjahat-penjahat berdosa yang pandai menjilat bokong tuhan beserta nabinya. Jadilah itu kabar gembira bagi penjahat, dan merupakan kabar buruk bagi kalangan orang baik ataupun korban dari para penjahat tersebut. Juru selamat bagi penjahat, merupakan juru petaka bagi kalangan korban maupun bagi orang-orang baik.

Anehnya, hari atau tanggal dilahirkannya agama-agama bagi penjahat seperti itu justru dirayakan setiap tahunnya dengan semarak serta gegap-gempita, alih-alih dijadikan “hari berkabung global” dan diperingati sebagai hari “hari raya duka” dimana surga dirampas dari semula hak orang baik untuk dimonopoli oleh menusia-jahat yang menggadaikan jiwanya kepada sosok yang mereka sebut dan klaim sebagai “tuhan”? Sering saya bertanya, apakah dunia ini betul-betul butuh agama samawi, meski telah ada hukum alam semacam hukum karma (hukum sebab dan akibat) dimana bahkan tuhan tidak butuh terlibat ataupun mengintervensi kehidupan manusia?

Mengapa juga agama yang dibawa oleh penjajah, justru kemudian dipeluk dan dianut oleh bangsa yang dijajah olehnya, tanpa mau bertanya “Mengapa agama tersebut tidak menasehati atau menceramahi para penjajah tersebut agar tidak menjajah bangsa kami?” Agama yang betul-betul cinta damai, tidak mungkin dibawa oleh penjajah. Semakin agama yang memanipulasi manusia tersebut mencari pembenaran diri, justru kian menyerupai “benang-kusut” yang saling bertentangan antar dogma internal agama bersangkutan itu sendiri.

Apakah menjadi Dewa di Alam Surgawi, adalah Tujuan Hidup dan Akhir dari Segalanya?

Kabar Buruk bagi Kalangan Dewa, Mereka Tetap Tunduk pada Penuaan, Sakit, Meninggal, dan Kembali Terlahir

Question: Dalam agama-agama samawi, surga adalah tujuan utama dan sekaligus tujuan akhir. Apakah memang menjadi penghuni alam surga, merupakan akhir dari segala derita, ataukah hanya berupa pengulangan siklus yang tidak mengenal awal maupun akhir, siklus yang terus berputar-putar dan mengulang-ulang tanpa berkesudahan?

Kiat menjadi Tidak Takut pada Allah yang Mengancam Dimasukkan ke Neraka karena Tidak Bersedia Menggadaikan Jiwa & Dijadikan Budak Sembah-Sujud Allah

Allah Takut pada Orang Suci dan Neraka Jauh dari Orang Baik

Allah Senang kepada Orang Jahat dan Neraka Dekat kepada Pendosawan

Question: Saya merasa, hanya ada satu buah motif dan satu buah motivasi dibalik keputusan seseorang untuk memeluk agama samawi-abrahamik. Motifnya ialah ketakutan atas ancaman Allah akan dimasukkan ke neraka bila tidak menyembah Allah. Adapun motivasinya, ialah mabuk dan mencandu pengampunan dosa sehingga bisa “business as usual” berbuat dosa-dosa untuk kemudian memohon dihapuskan. Harga mahal yang harus mereka bayarkan, ialah terdemotivasi untuk menjadi orang baik, karena “orang jahat saja dimasukkan ke surga” lewat ritual sembah-sujud. Lalu, bagaimana dengan jenis-jenis orang seperti mereka yang berhati baik yang suka berbuat kebaikan, orang berjiwa ksatria yang berani untuk bertanggung-jawab atas perbuatannya sendiri dan berani membayar serta menerima konsekuensi dari perbuatan buruknya sendiri, terlebih orang suci yang terlatih dalam disiplin diri yang ketat yang bernama “self-control”, apakah Allah bisa menyetir dan membuat mereka tunduk pada keinginan Allah yang minta untuk disembah?

Bila Segala Ciptaan Tuhan, Pasti Ada Gunanya, namun Bukankah Neraka dan Penjara merupakan MONUMEN KEGAGALAN TUHAN?

TRUTH ALWAYS BITTER, Hati-Hati dan Waspada terhadap Segala Hal yang Bersifat TOO GOOD TO BE TRUE

Question: Agama samawi bilang, yang diciptakan oleh Allah pasti ada gunanya. Tapi anehnya, yang paling tidak dapat saya pahami terlebih mengerti, kata mereka juga ada ciptaan Allah yang justru di-haram-najis-kan begitu. Anehnya lagi, iming-iming korup semacam ideologi penghapus atau pengampunan dosa bagi pendosa, justru dihalalkan oleh mereka, bahkan dipromosikan dan dikampanyekan lewat speaker pengeras suara ke masyarakat luas tanpa rasa malu atau pun tabu. Bukankah itu sama artinya, mengharamkan atau menajiskan sang Pencipta juga, yang telah menciptakan ciptaan yang di-haram-najis-kan.

Begitupula istilah yang meremendahkan martabat warga lain seperti “kafir”, memangnya pencipta para manusia yang disebut sebagai “kafir” itu, siapa lagi kalau bukan Allah “sang Pencipta” yang ditunjuk hidungnya? Itu sama artinya mereka mau mengatakan bahwa “ada loh, pencipta lain selain Tuhan”. Menjadi lebih konyol lagi, ketika Allah masih butuh mencoba-cobai umat manusia, sekalipun usia umat manusia sudah setua usia planet bernama Bumi, yakni telah ratusan atau jutaan tahun, bukan baru enam ribu tahun yang lampau seprti kata kitab-kitab dongeng untuk anak kecil yang dungu maupun kitab jorok yang membuat para penjahat berdelusi masuk surga. Manusia diciptakan apa adanya, “salahkan Allah yang menciptakan”, jangan “salahkan bunda yang mengandung”.

Sebelum Ibadah (Doa Memohon PENGAMPUNAN / PENGHAPUSAN / PENEBUSAN DOSA), Umat Agama Samawi Kudu Berbuat DOSA-DOSA UNTUK DIHAPUSKAN Terlebih Dahulu

Agama DOSA yang Dibungkus dengan Merek “Agama SUCI”

Merugi bila Tidak Mencandu Ideologi KORUP bagi KORUPTOR DOSA bernama PENGAMPUNAN / PENGHAPUSAN / PENEBUSAN DOSA

Question: Mengapa agama samawi, bisa menjadi agama mayoritas penduduk dunia, meski umat pengikutnya banyak yang begitu jahat perilakunya di keseharian?

Keyakinan Tanpa Moral, Menjelma Petaka. Meyakini “Agama DOSA”, yang Dipeluk Umatnya Bukan Lagi Moralitas, namun MENCANDU “PENGHAPUSAN DOSA”

Ritual Kaum KORUPTOR DOSA, Ritual yang Tidak Bermanfaat dan Tidak Berfaedah

Tidak Ada yang Lebih Pandai dalam Urusan “Membuang-Buang Waktu” daripada Umat Agama Samawi

Question: Mengapa ya, umat agama samawi lebih sibuk ritual ibadah berisi doa-doa sanjungan puja-puji, sembah sujud, memohon penghapusan dosa, atau meminta ini dan itu, daripada sibuk buat baik maupun sibuk untuk latihan pengendalian diri dari perbuatan buruk?

Agama Samawi Membuat Umatnya TENDS TO CORRUPT

Ideologi PENGHAPUSAN DOSA Lebih Adiktif & Membuat Candu daripada Kekuasaan (Power), CORRUPT ABSOLUTELY!

Question: Agama-agama samawi yang selama ini tumbuh besar dengan modus meng-iming-imingi umat pengikutnya obral pengampunan, penghapusan, ataupun penebusan dosa, apa bahaya latennya?