Agama HIpokrit, Penuh Kedok dan Topeng yang Menyelubungi Kotor-Borok Hati serta Perilaku Kaum Agamais

HERY SHIETRA, Agama HIpokrit, Penuh Kedok dan Topeng yang Menyelubungi Kotor-Borok Hati serta Perilaku Kaum Agamais

Tiada yang Lebih Berbahaya,

Daripara Orang Dungu,

Berjubah Agamais.

Sekujur tubuh,

Ditutup busana,

“Aurat Berjalan”,

Begitu mereka berkata.

Dying Is EASY. Living Takes TRUE STRENGTH! Mati Itu MUDAH. Akan Tetapi Hidup Membutuhkan KEKUATAN SEJATI!

Siapa Juga yang Butuh Nyawa Yesus, juga Tidak Ada yang Meminta Nyawa Yesus, Yesus Sendiri yang Justru Mencampakkan Nyawa-Hidupnya Ibarat Sampah Tidak Berharga, dengan Menyerahkan Nyawanya Agar Dibunuh dan Terbunuh di Kayu Salib alias “BUNUH DIRI”—Yesus Mati Konyol dan Sia-Sia

Question : Hidup adalah duka, karenanya melanjutkan hidup dan tetap hidup, adalah perjuangan sejati itu sendiri. Perspektifnya menjadi bertolak-belakang dengan ajaran agama samawi seperti nasrani, yang mengajarkan bahwa hidup adalah nikmat, karenanya yesus yang mati bunuh diri karena menyerahkan nyawanya bak sampah tidak berharga untuk dibunuh, sehingga mati muda, lalu mengundang keprihatinan para umat nasrani, seolah-olah yesus telah mengorbankan “tidak menikmati kenikmatan hidup hingga tua”. Padahal bila yesus memilih untuk tidak mencampakkan nyawanya dan hidup hingga tua, belum tentu ia tahan menanggung duka seperti kelaparan, kesedihan, penyakit, kekecewaan, wabah, bencana alam, bencana kemanusiaan, maupun penderitaan lainnya.

Resep untuk dapat Terlahir-Kembali sebagai Makhluk Setingkat Dewa dan Sesakti Sun-Gokong sang DEMON HUNTER

Tekad untuk Terlahir-Kembali di Alam Pilihan Tertentu, hanya menjadi Hak Istimewa Seseorang yang Memiliki Keyakinan, Moralitas, Pembelajaran, Kedermawanan, dan Kebijaksanaan

Pendosa Pecandu “PENGHAPUSAN DOSA” Tidak Punya Hak Istimewa karena Tidak Memiliki Keyakinan, Moralitas, Pembelajaran, Kedermawanan, maupun Kebijaksanaan

Question : Setelah mengamati dan mencermati, betapa dunia ini butuh “polisi” untuk menertibkan para makhluk arwah yang selama ini “merajalela” agar tidak lagi mengganggu manusia. Apakah bisa, bila kita bertekad untuk terlahir kembali menjadi seorang “demon hunter” (pemburu setan jahat) yang setingkat dewa dan mampu sesakti Sun-Go-Kong (Wukong) yang ditakuti oleh para setan dan disegani oleh para jin jahat, sehingga tiada lagi manusia yang menjadi korban gangguan ataupun dicelakai oleh para makhluk-makhluk dari alam jahat tersebut?

Ibrahim TIDAK Mencintai Hidup sang Anak, Ismail, “More than HIS OWN LIFE”. Ibrahim Mencintai EGO-nya Sendiri, Tergila-Gila pada “Mimpi-Basah” Bersetubuh dengan Puluhan Bidadari, sehingga Tega Menyembelih Leher Milik Sang Anak, Bukan Leher Milik Ibrahim Sendiri

Ayah yang Baik, “Treasure His Own Son & Daughter Life and Happiness, More than His Own Life”—Ibrahim / Abraham BUKANLAH seorang Ayah yang Baik, ia Teladan yang Buruk dan Tercela, seorang Eksekutor yang Mabuk-Bidadari

Question : ibrahim tidak rela berkorban demi kebahagiaan dan keselamatan anak, justru sebaliknya, merampas nyawa dan hidup anak demi EGO sang bapak yang akibat mimpi-basah tergila-gila ingin bersetubuh dengan puluhan bidadari berdada-montok di sorga dengan cara menyembelih leher MILIK ORANG LAIN, bukan leher MILIK IBRAHIM SENDIRI. Itu namanya mengorbankan ORANG LAIN, bukan mengorbankan DIRI SENDIRI. Itu adalah bukti tidak terbantahkan bahwa Ibrahim tidaklah mencintai hidup sang anak, “more than his own life”; namun (justru) sebaliknya, EGOISTIC FATHER. Bahkan ia tidak patut disebut sebagai seorang “ayah sejati”, akan tetapi seorang EKSEKUTOR yang EGOIS!

Pemeluk “Agama DOSA” adalah Mustahil Mengenali manakah “Agama SUCI-Sejati” dan manakah “Agama DOSA—Bukan Sejati”

Ciri Seorang Manusia Sejati Vs. Ciri Seorang Bukan Manusia Sejati

Untuk mengetahui dan mengenali apakah seorang “nabi” adalah orang suci ataukah sebaliknya, seorang “rasul iblis”, lihatlah ciri-ciri hidupnya. Untuk mengetahui dan mengenali apakah sebuah agama adalah agama suci ataukah sebaliknya, agama kotor-jahat-tercela, tengoklah isi ajaran / dogma-dogmanya. Untuk mengetahui apakah suatu kitab adalah “Kitab SUCI” ataukah “Kitab DOSA”, maka cermatilah apakah kitab tersebut mengajarkan gaya hidup higienis dari dosa-dosa maupun maksiat ataukah justru ironisnya mempromosikan dan mengkampanyekan ideologi korup bagi kalangan pendosawan semacam “PENGAMPUNAN / PENGHAPUSAN / PENEBUSAN DOSA”—dimana dosa-dosa pun dikorupsi.

Mengapa Orang Suci, Cenderung Mengasingkan Diri, Terasing dari Duniawi, dan Tampak Terisolir?

Allah as a Tool of Muhammad, Allah sebagai “Alat Pemuas Nafsu” Muhammad yang Tergila-gila Kecanduan pada Dosa-Dosa dan Maksiat

Siswa Sang Buddha Condong pada SURGA dan NIBBĀNA Vs. Pengikut Agama Samawi Condong pada NERAKA

Perilaku Rendah dan Hina Semacam “PENGHAPUSAN DOSA”, Pelakunya Condong ke Alam Rendah HEWAN, SETAN, dan NERAKA

NAFSU, MABUK, TERGILA-GILA, serta KECANDUAN DOSA-DOSA / MAKSIAT, Condong pada “PENDOSA PECANDU PENGHAPUSAN DOSA”—menjelma BUDAK “AGAMA DOSA” dan KORUPTOR DOSA dimana Dosa-Dosa pun DIkorupsi

Question : Setelah saya pelajari isi ajaran islam dari sumber otentiknya, yakni alquran dan hadis yang dinyatakan sahih, telah ternyata nabi junjungan para muslim, muhammad, memperalat dan mengeksploitasi allah, dimana allah dengan bodohnya bersedia dijadikan “alat pemuas nafsu” sang nabi yang tergila-gila dan kecanduan pada dosa-dosa dan maksiat. Apakah motivasi banyak penjahat masuk islam, ialah dilandasi motif yang serupa dengan motivasi sang nabi, yakni kecanduan dosa-dosa untuk dihapuskan?

Ibrahim / Abraham Bukanlah seorang Nabi juga Bukan seorang Ayah, namun EKSEKUTOR-PEMBUNUH BERDARAH DINGIN

Apakah pernah, Ibrahim berkata : “I treasure him more than my own life, I prefer EXCHANGE HIM WITH MY LIFE” dan Menyembelih Leher Ibrahim Sendiri?

Mengapa Ibrahim Merasa Berhak untuk Meng-KURBAN-kan Nyawa Ismail seolah Nyawa sang Anak ialah Milik sang Ayah, mengapa Ibrahim Tidak Meng-KURBAN-kan Nyawa Milik Ibrahim Sendiri?

Question : Hanya karena mengalami “mimpi-basah”, Ibrahim tega menyembelih anak kandungnya sendiri, Ismail, demi impian-liar Ibrahim yang ingin bersetubuh dengan puluhan bidadari berdada-montok di sorga. Menumbalkan nyawa milik orang lain, alih-alih menumbalkan nyawa milik Ibrahim sendiri, demi ego pribadi Ibrahim. Yang tidak saya mengerti, mengapa sosok psikopat haus-darah semacam itu, disebut sebagai “nabi”, bahkan disembah dan dihormati oleh para umat agama samawi, yang mereka rayakan setiap tahunnya, alih-alih merasa malu dan tabu?

Ritual PENGHAPUSAN DOSA Lebih Murah dan Lebih Gampang daripada Merepotkan Diri Bertanggung-Jawab kepada Korban—Dogma Agama MURAHAN dan GAMPANGAN

Halusinasi Terbesar Umat Agama Samawi : Dosa-Dosa Bisa Dihapus Semudah Ritual Pengampunan / Penebusan Dosa—Agama bagi para PEMALAS dan PENGECUT

Kesalahan adalah tentang Masa Lampau. Tanggung Jawab adalah tentang Masa Kini dan Masa Depan

Question: Kenapa sih, umat agama samawi tidak bertanggung-jawab saja kepada para korban mereka, justru lebih sibuk ritual doa permohonan pengampunan dosa kepada “Tuhan” yang mereka sembah?

Apakah itu PERSEPSI (Saññā, Pengenalan Suatu Objek oleh Kontak Indria) menurut Buddhisme?

“Nabi Rasul Allah” TIDAK PERNAH MELIHAT SURGA ataupun Melihat Bidadari di Surga

Perihal Persepsi yang Dikotori Imajinasi Subjektif Seseorang

Question: Nabi muhammad sudah punya belasan istri, namun pikirannya sudah selingkuh alias menyeleweng dengan puluhan bidadari di surga, yang katanya ia lihat saat terbang mengunjungi undangan Allah. Apa yang menjadi pandangan Buddhisme, terhadap ajaran agama padang-gurun tersebut yang motivasinya masuk surga ialah untuk bersenggama dengan puluhan bidadari berdada-montok yang selaput-dara-nya dapat didaur-ulang, motivasi yang sama yang menjadi motif dibalik sikap Ibrahim ketika tega hendak menyembelih anak kandungnya sendiri, Ismail?