Kenikmatan Indria adalah Tipuan Alam Māra, Wilayah Māra, Umpan Māra, Tanah Perburuan “Māra si Jahat”

Mengatasnamakan Ibadah, Muslim Merampas Hak Orang Lain. Bagaimana ketika para Muslim tersebut Tidak Sedang Beribadah dan Tidak Sedang Mengenakan Busana Agamais?

Terlahir di Tengah Komunitas Muslim dan Terpaksa Hidup di Negara Islam, adalah DUKKHA. Itulah Sebabnya Orang Indonesia yang Pernah Belajar ke Luar Negeri, cenderung Tidak Mau Kembali ke Indonesia

Tiada yang Lebih Berbahaya daripada ORANG DUNGU : Buat Jahat, namun Berdelusi Terjamin Masuk Surga

Question: Mengatas-namakan ibadah, para muslim merampas kemerdekaan orang lain dengan memarkirkan kendaraan motornya secara berjejer tepat di depan rumah warga, meski mereka sebetulnya bisa saja dari rumahnya ke masjid dengan jalan kaki, mengakibatkan pemilik atau penghuni rumah tersandera, tidak bisa masuk maupun keluar dari dan ke rumah sendiri. Mengatas-namakan ibadah, para muslim merampas ketenangan hidup orang lain dengan membuat polusi suara berupa speaker pengeras suara yang begitu berisik dan norak, seolah hanya mereka sendiri yang berhak untuk beribadah.

Kecanduan PENGHAPUSAN DOSA adalah NODA, Agama Samawi adalah Asal-Mula NODA, dan RITUAL PENGHAPUSAN DOSA Bukanlah Jalan Menuju Lenyapnya NODA-NODA

KORUPTOR DOSA, Dosa-Dosa pun Dikorupsi lewat Dogma “PENGAMPUNAN / PENGHAPUSAN / PENEBUSAN DOSA”

Question: Bukti argumentasi apakah yang paling valid tidak terbantahkan, yang dapat membuktikan bahwa agama samawi merupakan “agama dosa”, bukan “agama suci”?

Kenikmatan Duniawi dan dan Benda-Benda Materi Duniawi merupakan UMPAN yang Diletakkan oleh “Māra si Jahat” (Allah)

Makna Penghasilan Benar dalam Buddhisme

Merampas Nyawa Makhluk Hidup Lain (Menumpahkan Darah) dan KORUPSI DOSA pun Disebut “Halal”, Agama yang Meng-Halal-kan Pertumpahan Darah dimana Dosa-Dosa pun Dikorupsi. Lalu, yang Disebut “Haram”, seperti Apakah?

Penghasilan Benar artinya “EQUAL TRADE”, Pertukaran yang Setara—Saling Menguntungkan, Simbiosis Mutualisme

Question: Salah satu dari “jalan mulia beruas delapan” yang diajarkan oleh Sang Buddha, ialah “penghasilan benar”. Apa yang sebetulnya dimaksud dengan “penghasilan benar” dalam bahasa yang paling sederhana?

Adalah Paradoks Kehidupan, Kebahagiaan Dimulai dari Keberanian Kita untuk Mengakui bahwa Hidup adalah Dukkha, Mengecewakan dan Tidak Memuaskan

Menjelma menjadi KORUPTOR DOSA adalah Nikmat? Korupsi Dosa Dipandang sebagai “Nikmat” dan “Untung”, Orang BUTA—Mereka TERCELA, Bukan TERPUJI

Question: Bila ada pihak-pihak eksternal maupun internal komunitas Buddhistik yang meng-kritik, bahwa mengapa Agama Buddha justru memiliki slogan “hidup adalah duka”, mengapa tidak seperti agama samawi dengan jargonnya “hidup adalah nikmat” sehingga banyak peminatnya? Dogma ajaran agama samawi selalu mengiming-imingi alam surgawi sebagai tujuan akhir para umat pemeluknya, yang anehnya justru digambarkan penuh kenikmatan-duniawi alih-alih kesenangan non-duniawi ataupun kegembiraan meditatif.

Yesus Mustahil Menolong Orang Lain, Ia Sendiri Gagal Menyelamatkan Nyawanya yang justru Ia Buang dan Campakkan Bagaikan SAMPAH

Alih-Alih MENGHAPUS SIFAT BURUK (Memadamkan Api yang Membakar dan Membara), Umat Agama Samawi justru Sibuk Ritual PENGHAPUSAN DOSA (Menyalahkan Asap)

Question: Apakah umat-umat agama nasrani selama lebih dari dua ribu tahun ini tidak ada yang mampu berpikir dengan akal sehat, bahwa yesus mencampakkan dan membuang nyawanya sendiri bagaikan “sampah” yang sama sekali tidak ia hargai. Katanya mampu membuat mukjizat, sakti, namun justru menyerahkan nyawanya saat akan disalib. Jika begitu adanya, bagaimana mungkin kita berdelusi bahwa yesus akan menghargai nyawa-nyawa orang lain dan berharap menolong hidup mereka?

2 Pertanyaan yang Paling Menakutkan Umat Agama Samawi

Sang Buddha bahkan Mengajarkan Umat Buddhist untuk Terampil dalam Menguji Watak Asli Allah : Ada Kemarahan, Permusuhan, dan Kebencian ataukah Tiada Kemarahan maupun Kebencian Laten dalam Diri Allah?

Muslim dan Kristen Patuh pada Allah, Bukan karena Cinta ataupun Respek, namun Takut pada Amarah, Kebencian, dan Ancaman Allah

Muslim dan Kristen Menyukai Allah, Bukan karena Ketiadaan Kebencian dalam Diri Allah, namun karena Allah Mengobral Dogma “PENGAMPUNAN / PENEBUSAN DOSA”, bagi “KORUPTOR DOSA” dimana Dosa-Dosa pun Turut Dikorupsi

Allah Sendiri yang Merusak dan Mencoreng Reputasinya, Bukan Kafir. Sang Buddha telah Membongkar Wajah Asli Allah : MAHA PEMBUAL

Question: Bagaimana cara paling simpel dan sederhana, menghadapi marketing-marketing agama samawi. Mereka itu pemaksa, tapi ketika diajak berdebat maka ucapan mereka selalu tidak nyambung. Apakah ada kalimat ringkas, yang bisa membuat mereka menutup mulut-besarnya, merasa malu sendiri, pergi, dan tidak lagi mengganggu?

Kegigihan Tidak Mengenal Syarat. Kegigihan adalah Aksi, dan Aksi adalah Kegigihan

HERY SHIETRA, Kegigihan Tidak Mengenal Syarat. Kegigihan adalah Aksi, dan Aksi adalah Kegigihan

Kegigihan artinya,

Tidak bergantung pada motivasi,

Tidak menunggu datangnya inspirasi,

Tidak mengharap kondisi yang ideal sempurna,

Juga tidak menyerah pada rasa kantuk ataupun rasa takut.

Dogma Pengampunan / Penebusan Dosa adalah Godaan Terbesar dari SETAN bagi “Manusia-SETAN”

Buddha Mengajarkan Dhamma Demi Belas Kasih kepada Umat Manusia Vs. Allah Mengumbar Dogma “Penghapusan Dosa” Demi Memuaskan Ego-Narsistik-nya

Question: Godaan terbesar dari setan, adalah kejahatan yang semacam apakah?

NARCISTIC GOD, Tuhan yang NARSISTIK, bagi para Manusia Pecandu PENGHAPUSAN DOSA yang NARSIS

NARCISTIC GOD Menciptakan “SELFISH GENE” para Umat Agama Samawi

Question: Tuhannya agama samawi bersikap seolah-olah dunia ini hanya ada planet bernama bumi saja, tidak ada alam semesta bernama galaksi lain, tiada bumi lain yang juga berpenghuni manusia selain bumi ini, karenanya menjadi sempit dan kerdil juga dangkal gaya berpikirnya. Mengapa manusia punya “SELFISH GENE”, apakah karena diciptakan oleh “NARCISTIC GOD” (Tuhan yang narsistik)?

Cara Memutus Belenggu Rantai Karma (Tumimbal-Lahir) : “Tujuan dan manfaat dari kebosanan adalah pengetahuan dan penglihatan pada KEBEBASAN.” [Sang Buddha]

Kata Allah, “Wahai Umat Muslim, mengapa Engkau Mengharamkan Kenikmatan Duniawi dan Inderawi yang mana PENGHAPUSAN DOSA Saja Halal Hukumnya?

Jika Semua Dosa dapat Dihapus / Diampuni, maka Semuanya Halal di Mata Agama DOSA—Allah “Maha Zolim”, Menzolimi Kalangan Korban dengan Merampas Hak Korban Atas Keadilan

Question: Dalam pengamatan saya sejauh ini, umat agama samawi terjebak dalam mental “aji mumpung”, yakni “kenikmatan duniawi dan inderawi adalah ciptaan dan pemberian Allah, sehingga mengapa ditolak ataupun diharamkan?” Bukankah itu bertolak-belakang dengan ajaran Buddha bahwa ada bahaya dibalik kenikmatan inderawi sehingga demi kebaikan kita sendiri untuk terasing dari kenikmatan duniawi?

Bersekutu dengan Setan Sembari Menyembah Allah (Ritual PENGHAPUSAN DOSA), Sambil Menyelam Minum Air

Menjelma KORUPTOR DOSA Sembari Mencandu PENGHAPUSAN DOSA dan Sibuk MEMPRODUKSI SEGUDANG DOSA-DOSA, Hidup dan Mati sebagai PENDOSA PECANDU PENGAMPUNAN DOSA

MERUGI, bila Tidak Mencandu PENGAMPUNAN DOSA Sembari Berlomba-Lomba Mengoleksi DOSA-DOSA”, kata Umat Agama Islam—“Agama DOSA” bagi PENDOSA PECANDU PENGAMPUNAN DOSA

Question: Ada orang, lebih tepatnya pemilik rumah makan, yang rumah makannya memakai ilmu hitam (bersekutu dengan jin dan setan) agar rumah makannya laris dikunjungi konsumen, namun sang pemilik rumah makan disaat bersamaan rajin ibadah ke masjid, tidak pernah absen solat lima waktu. Mengapa bisa demikian?

Ketika Umat Kristen saling Menyakiti Antar Sesama Umat Kristiani, Inilah yang akan Terjadi

Malangnya Umat Agama Samawi ketika Dijadikan KORBAN oleh Sesama Umat Agama Samawi

Question: Apakah umat agama kristen tidak pernah berpikir, apa jadinya bila mereka sendiri yang menjadi KORBAN oleh sesama umat agama nasrani?