Tidak Berlarut-Berlarut dan Tidak Tenggelam dalam Kesenangan maupun Kesedihan

Tidak Menggenggam Gambaran [Penglihatan] Beserta Ciri-Cirinya, Gambaran [Penciuman] Beserta Ciri-Cirinya, Gambaran [Pengecapan] Beserta Ciri-Cirinya, Gambaran [Pendengaran] Beserta Ciri-Cirinya, Gambaran [Sentuhan] Beserta Ciri-Cirinya, maupun Gambaran [Objek Pikiran] Beserta Ciri-Cirinya

Hendaknya kita tidak berlarut-berlarut terlebih tenggelam dalam kegembiraan maupun kesedihan, kerinduan maupun penyesalan, kecintaan maupun kebencian, kesukaan maupun ketidaksukaan, kenikmatan maupun kekecewaan, kegiuran maupun kejijikan, terhadap segala jenis kondisi yang muncul dari kontak keenam indera kita—penglihatan, penciuman, pengecapan, sentuhan, pendengaran, maupun pikiran. Batasi pada kurun waktu temporer bila kondisi tersebut muncul dan kita alami, sebatas tempo waktu temporer yang singkat saja, selanjutnya kita kembali ke dalam mode “keseimbangan batin” dengan kurva yang landai dan tenang-datar tanpa naik ataupun turun secara curam. Dengan cara begitulah, kita menjaga “sumur energi batin” kita tidak terkuras-kering.