Peradaban Manusia Memasuki Kegelapan Sejak Diperkenalkannya Agama Samawi, dan Meredupnya Era Keemasan

Agama yang Mem-promosikan PENGHAPUSAN DOSA alih-alih Meng-kampanyekan Gaya Hidup Higienis dari Dosa maupun Maksiat, adalah AGAMA DOSA—Bukan “Agama Suci”

Question : Dulu, sebelum agama samawi diperkenalkan ke dunia ini, tiada orang jahat (penjahat / pendosa) yang berdelusi dapat masuk surga setelah ajal menjeput orang-orang jahat tersebut. Kini, setelah agama samawi dikenal luas oleh masyarakat dunia, para penjahat berbondong-bondong memeluknya sembari “business as usual” berbuat jahat, dan disaat bersamaan berlomba-lomba kecanduan ritual doa “penghapusan dosa” (maupun “penebusan / pengampunan dosa”), dan merasa terjamin masuk surga. Bukankah itu artinya, agama samawi menjadi juru-petaka bagi peradaban umat manusia, alih-alih sebagai “juru selamat”?

Kita Bisa Punya Cara Kita Sendiri dalam Menyikapi dan Merespon

HERY SHIETRA, Kita Bisa Punya Cara Kita Sendiri dalam Menyikapi dan Merespon

Biarkan saja bila saya disebut “kikir”,

Karena selektif dalam berdonasi.

Karena saya punya cara saya sendiri dalam berderma.

Biarkan saja bila orang lain menilai saya sebagai antisosial,

Karena selektif dalam memilih pergaulan.

Karena saya punya cara saya sendiri dalam bersosialisasi.

Demi Belas Kasih terhadap Segenap Makhluk Hidup, Sang Buddha Membabarkan Dhamma lewat Dialog dan Diskursus dan Memberikan Pencerahan

Tugas Seorang Bhikkhu Bukanlah Mencari Uang, namun Menjadikan Dirinya sebagai “Ladang Menanam Jasa Baik yang Subur” dengan Berlatih dalam Jalan Kesucian dan Terasing dari Kenikmatan Indria

Question : Banyak umat nonBuddhis, terutama muslim, yang menghina bhikkhu sebagai pengemis pemalas yang tidak mau bekerja, tapi maunya minta-minta. Bagaimana tanggapan Sang Buddha terhadap kaum yang merendahkan martabat kehidupan monastik?

Yesus Membuat Klaim Sepihak sebagai “the Son of GOD”, So What Gitu Loh?!

Yesus Lahir Tragis di KANDANG TERNAK dan Mati Konyol hanya Mengenakan CELANA DALAM di Kayu Salib, bagaimana Mungkin Yesus Mampu Menolong Nasib para Umat Nasrani?

Question : Yesus yang disembah oleh umat nasrani, membuat klaim sebagai kasta tertinggi, sementara seluruh umat manusia adalah “kasta hamba”. Ia membuat klaim sepihak bahwa dirinya adalah “the Son of GOD / Light”. Bukankah aneh, faktanya kontradiktif ketika kita membaca kisah kelahiran Yesus yang justru lahir di tengah keluarga yang tergolong bukan dari kelas atas juga lahir di kandang ternak, dari rahim seorang manusia wanita.

HIdup adalah Persoalan PIlihan dan Konsekuensi Dibalik Hidup dan Penjelmaan Kembali

HERY SHIETRA, HIdup adalah Persoalan PIlihan dan Konsekuensi Dibalik Hidup dan Penjelmaan Kembali

Bila Anda tidak mau bergelut pada derita menjadi seorang pegawai atau buruh,

Maka janganlah menjadi seorang buruh atau pekerja.

Bila Anda tidak berani menanggung resiko usaha dan kerugian,

Maka janganlah berbisnis.

Lunakkan Kesombongan Anda, Sebelum Kenyataan Akan Merontokkan Keangkuhan yang Selama Ini Anda Banggakan

HERY SHIETRA, Lunakkan Kesombongan Anda, Sebelum Kenyataan Akan Merontokkan Keangkuhan yang Selama Ini Anda Banggakan

Yang tidak pernah atau belum menjadi korban,

Tidak akan pernah memahami,

Bagaimana rasanya dijadikan korban,

Dan menjadi seorang korban.

Namun,

Entah kabar baik atau kabar buruknya,

Ialah semua orang berpotensi menjadi korban.

Pendosa-Pecandu “Penghapusan Dosa”, namun Hendak Menggurui dan Menghakimi Pendosa Lainnya, bagai Orang Buta yang Hendak Menuntun Butawan Lainnya

Dengan tidak meninggalkan noda-noda, maka seseorang menjadi terdelusi. Dengan mengetahui sebagaimana adanya: “Ini adalah noda-noda”, noda-noda ditinggalkan dan tidak terdelusi

Menurut pendapat Anda, apa yang akan terjadi bila tipikal orang di bawah ini yang belum meninggalkan noda-noda yang mengotori, menjadi seorang hakim, menjadi seorang “polisi moral”, menjadi auditor pada Badan Pemeriksa Keuangan, menjadi Menteri Keuangan di Kabinet Pemerintah, menjadi petugas pajak dari Kantor Pajak, ataupun menjadi seorang guru bagi putera-puteri Anda?—dikutip dari Hadis Muslim: