Kata Allah, “Wahai Umat Muslim, mengapa Engkau Mengharamkan Kenikmatan
Duniawi dan Inderawi yang mana PENGHAPUSAN DOSA Saja Halal Hukumnya?”
Jika Semua Dosa dapat Dihapus / Diampuni, maka Semuanya Halal di Mata Agama DOSA—Allah “Maha Zolim”, Menzolimi Kalangan Korban dengan Merampas Hak Korban Atas Keadilan
Question: Dalam pengamatan saya sejauh ini, umat agama samawi terjebak dalam mental “aji mumpung”, yakni “kenikmatan duniawi dan inderawi adalah ciptaan dan pemberian Allah, sehingga mengapa ditolak ataupun diharamkan?” Bukankah itu bertolak-belakang dengan ajaran Buddha bahwa ada bahaya dibalik kenikmatan inderawi sehingga demi kebaikan kita sendiri untuk terasing dari kenikmatan duniawi?